akhir ya diputar juga tapi saya agak kecewa sedikit, laskar pelangi yang saya tonton kemarin, jauh berbeda dengan novelnya,ada beberapa cerita yg berlebihan,tokoh bu muslimah dan laskar pelangi yg lain ceritanya tanggung.saya tertawa di 3/4 film saat ikal jatuh cinta dan mahar dengan ide briliantnya tapi perjuangan lintang dan kegigihannya untuk belajar tidak digambarkan secara luas ,karena lintang ini satu tokoh inspirator pembacanyadi novel laskar pelangi,tokoh kucai di film hanya selintasan. dan bagian yang menyentuh difilm saat pak harfan meninggal diruangan kepala sekolah dan saat bu mus menyadari seorang panutan sebagai pengganti ayahnya tidak ada, seakan hilang semua cita2 dan keinginan hidup ...tapi inti dari film dan novel sama"semua mimpi dan cita2 harus disertai usaha dan keiklasan".saya kemarin membaca ulasan jurnalis dimedia terkenal tentang "film laskar pelangi"tentang penggambaran tokoh yang hanya bersifat ringan dan tanggung dan kesamaan dalam kehidupan saat ini terutama di bidang pendidikkan dan ekonomi yg masih jadi PR .ini hanya komentar pribadi setuju tidak setuju mudah2an "awal bangkitnya perfilm indonesia" Chayo buat
bangsa Indonesia.
bangsa Indonesia.